16 Mahasantri Ma’had Aly Al-Tarmasi Pacitan Ikuti Seleksi Beasiswa Cendekia Baznas RI
MA’HADALYALTARMASI, PACITAN – Sebanyak 16 mahasantri Ma’had Aly Al-Tarmasi Pacitan mengikuti seleksi wawancara Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) RI yang digelar di lantai 2 gedung perkuliahan kampus, Jumat (29/8/2025).
Seleksi ini menjadi tahapan penting bagi para peserta untuk meraih kesempatan memperoleh beasiswa prestisius yang diberikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI.
Ketua tim seleksi, Zanuar Mubin, menjelaskan bahwa jumlah pendaftar yang masuk melalui seleksi administrasi tercatat ada 16 mahasantri. Namun, sesuai kuota yang ditentukan, hanya 10 orang terbaik yang akan dinyatakan lolos.
“Mahasantri yang melalui pendaftaran administrasi ada 16 orang, nanti setelah seleksi hanya diambil 10 terpilih,” ujar Zanuar Mubin.
Ia menambahkan, proses seleksi wawancara ini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada sejumlah aspek lain yang dinilai penting.
Di antaranya adalah kepribadian, rekam jejak prestasi, pengalaman organisasi, rencana pasca studi, serta komitmen untuk mengikuti pembinaan dari Baznas.
“Ada beberapa kriteria penilaian yang harus dimiliki mahasantri mulai dari kepribadian, keunggulan prestasi, keunggulan organisasi, rencana pasca studi, sampai komitmen mengikuti pembinaan,” jelasnya.
Menurut Zanuar, seleksi ini bukan hanya sekadar kompetisi untuk mendapatkan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menjadi cermin kepercayaan Baznas terhadap kualitas lembaga pendidikan di Pacitan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan kampus dalam menyalurkan beasiswa ini dapat meningkatkan citra positif sekaligus menjaga hubungan baik dengan Baznas.
“Ini untuk kebaikan kampus kita sehingga kepercayaan Baznas tetap tinggi,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Zanuar juga berpesan kepada seluruh peserta seleksi agar menjaga etika, baik selama proses wawancara maupun setelahnya.
Ia berharap, siapapun yang nantinya terpilih, bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta terus mengembangkan kompetensi diri.
“Jaga etika dan meningkatkan kompetensi diri di masyarakat juga menjadi pesan penting yang saya sampaikan kepada para mahasantri,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tanggung jawab penerima beasiswa tidak hanya berhenti pada diri sendiri, tetapi juga membawa nama baik almamater serta Baznas RI sebagai lembaga pemberi beasiswa.
“Saya harap yang terpilih tetap bisa menjaga nama baik almamater dan lembaga Baznas RI,” ujar Zanuar.
Menutup pernyataannya, Zanuar mengajak seluruh civitas akademika Ma’had Aly Al-Tarmasi Pacitan untuk terus mendoakan kebaikan para donatur zakat yang menjadi sumber utama dari program beasiswa tersebut.
“Kita doakan bersama para donatur zakatnya diterima oleh Allah SWT,” pungkasnya.
Melalui Beasiswa Cendekia Baznas RI, diharapkan lahir kader-kader intelektual yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi. (*)