Digenjot Kemenag, Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan Serius Benahi Mutu Layanan Akademik hingga Akses Beasiswa

MAHADALY-ATTARMASI.AC.ID, BOGOR – Isu mutu layanan akademik hingga peluang beasiswa menjadi sorotan dalam Sosialisasi Peningkatan Layanan Mutu Ma’had Aly yang diikuti Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan di Hotel D’Anaya, Bogor, 8–10 April 2026. Forum yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI ini sekaligus menjadi penegasan arah baru pengelolaan Ma’had Aly: tak cukup kuat di kelas, tapi juga rapi di sistem.

Delegasi Ma’had Aly At-Tarmasi diwakili Zanuar Mubin. Kehadiran ini bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bagian dari langkah serius membenahi tata kelola dan memperkuat layanan akademik berbasis pesantren.

Sejak hari pertama, pembahasan langsung menyentuh hal-hal teknis yang selama ini kerap jadi pekerjaan rumah: integrasi data ke Pusdatin dan PD Dikti, registrasi ijazah lewat aplikasi SIKAP, hingga penguatan kurikulum dan standar kelembagaan. Tidak ketinggalan, isu rekognisi pembelajaran lampau (RPL) ikut mengemuka—skema yang membuka ruang pengakuan capaian belajar santri di luar jalur formal.

“Mutu Ma’had Aly tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tetapi juga oleh sistem akademik dan layanan pendukungnya,” mengemuka dalam salah satu sesi materi.

Pernyataan itu seperti menjadi garis bawah dari keseluruhan forum. Bahwa penguatan Ma’had Aly ke depan menuntut kerja yang lebih menyeluruh—mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi yang terdokumentasi dan terintegrasi.

Selain itu, pembahasan juga merambah layanan mahasiswa yang lebih luas. Akses beasiswa, penguatan layanan bahasa dan khidmah, hingga standar layanan akademik menjadi bagian dari diskursus. Meski tidak selalu tertulis gamblang dalam judul materi, arah pembicaraan mengerucut pada satu hal: layanan pendidikan harus makin terukur dan adaptif.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kunci dari Direktorat Pendidikan Islam. Di antaranya Prof. Dr. Arskal Salim GP., M.Ag., Dr. KH. Abdul Ghafur, M.A., dari Majelis Masyayikh, serta Kasubdit Ma’had Aly Dr. H. Mahrus El-Mawa, M.Ag. Sementara itu, Dr. Basnang Said, S.Ag., M.Ag. mengulas kebijakan pendidikan dan tenaga kependidikan, dilengkapi paparan teknis lain terkait standar mutu dan integrasi sistem.

Bagi Ma’had Aly At-Tarmasi, forum ini menjadi semacam “peta jalan” untuk membaca arah transformasi kelembagaan. Tantangannya jelas: bagaimana tetap menjaga kekuatan tradisi keilmuan pesantren, sekaligus mampu menjawab tuntutan sistem pendidikan tinggi yang makin kompleks.

Catatan dari Bogor ini akan dibawa pulang. Mulai dari penguatan mutu akademik, keterbukaan pada skema RPL, hingga perhatian pada dukungan mahasiswa seperti beasiswa. Semua itu menjadi pekerjaan lanjutan yang tidak bisa ditunda.

Di titik itu, partisipasi Ma’had Aly At-Tarmasi tak berhenti sebagai peserta. Lebih dari itu, menjadi bagian dari upaya berbenah—agar layanan pendidikan kepada mahasantri tidak hanya baik, tetapi juga terukur dan berkelanjutan. (*)

Leave a Comment