Masuk Jajaran Kampus Mitra Pusat, Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan Komitmen Sukseskan Beasiswa BIB 2026

MAHADALY-ATTARMASI.AC.ID, JAKARTA – Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan resmi mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi mitra strategis pemerintah pusat.

Institusi pendidikan tinggi pesantren ini didapuk menjadi Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), hasil kolaborasi Kementerian Agama (Kemenag) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), guna mengelola pendidikan tujuh mahasantri pada tahun ini.

Kepastian dan komitmen penyelenggaraan beasiswa tersebut dimantapkan dalam Rapat Koordinasi Beasiswa yang diselenggarakan oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag RI di Hotel Orchardz, Kemayoran, Jakarta, pada 10–12 September 2026.

Delegasi Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan, Yusuf Arifai, yang hadir langsung dalam forum nasional tersebut menyatakan rasa syukurnya atas amanah yang diberikan negara kepada institusinya. Ia menegaskan kesiapan penuh kampus untuk mengawal beasiswa tersebut secara profesional.

“Kami bersyukur lembaga ini dipercaya sebagai penyelenggara. Ke depan, kami akan melaksanakan semua arahan dan mekanisme yang ada dari pusat demi kelancaran akademik para mahasantri,” ujar Yusuf.

Komitmen yang ditunjukkan oleh Ma’had Aly At-Tarmasi ini sejalan dengan delapan poin rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakor yang dipimpin oleh Kepala Puspenma Kemenag, Dr. H. Ruchman Basori.

Berdasarkan arahan tersebut, setiap kampus PTP diinstruksikan untuk membentuk tim pengelola beasiswa berbasis satu pintu guna memastikan pelayanan yang lebih efektif dan efisien.

Lebih lanjut, pihak kampus diwajibkan untuk proaktif melakukan pendampingan kepada para penerima beasiswa (awardee) agar proses studi, layanan akademik, serta administrasi keuangan berjalan tanpa kendala.

Kampus juga dilarang keras memutuskan masa studi mahasantri apabila terjadi keterlambatan penyaluran biaya pendidikan dari pusat.

Keterlibatan Ma’had Aly At-Tarmasi sebagai penyelenggara menjadi wujud nyata pengakuan kualitas akademik pesantren dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul.

Program pembiayaan penuh ini diharapkan mampu melahirkan tenaga profesional dan ulama yang kompeten untuk menyambut visi Indonesia Emas 2045. (*)

Leave a Comment