Wisuda ke-7 Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan, KH Luqman Harits: Lahirnya Dirjen Pesantren Jadi Angin Surga

MAHADALY-ATTARMASI.AC.ID, PACITAN – Sidang Senat Terbuka Wisuda Marhalah Ula (M1) angkatan VII Ma’had Aly At-Tarmasi di Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan pada Sabtu (19/9/2026) malam berlangsung istimewa.

Tidak sekadar merayakan kelulusan puluhan mahasantri, momen sakral ini juga diwarnai penyampaian kabar bersejarah terkait babak baru ekosistem pendidikan pesantren di Indonesia.

Sidang yang dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Aly At-Tarmasi, KH Luqman Al Hakim Harits Dimyathi ini menetapkan kelulusan bagi 49 mahasantri program studi Takhasus Fiqh wa Ushuluhu.

Pembacaan Surat Keputusan (SK) kelulusan yang dilantunkan oleh Naib Mudir, KH Abdillah Nawawi, mengukuhkan 30 mahasantri lulus dengan predikat Mumtaz (cumlaude), sementara 19 sisanya berhasil meraih predikat Jayyid Jiddan (baik sekali).

Dalam amanat wisudanya, KH Luqman Al Hakim Harits Dimyathi membagikan kabar gembira terkait langkah progresif pemerintah di bidang pendidikan keagamaan.

Ia menyebutkan bahwa eksistensi pendidikan pesantren kini semakin diakui dengan dibentuknya struktur baru Direktorat Jenderal (Dirjen) Pesantren.

“Alhamdulillah, pondok pesantren sudah punya Direktur Jenderal. Tadi jam satu siang saya ketemu sama beliau, Bapak Dirjen,” ungkap KH Luqman di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.

Ia menggarisbawahi bahwa pembentukan struktur khusus ini merupakan tonggak sejarah yang patut disyukuri. Pasalnya, sepanjang republik ini berdiri, urusan pesantren baru kali ini ditangani setingkat Direktorat Jenderal.

“Ini sejarah. Dari tahun nol sampai 2026, baru di bulan September ini ada Dirjen Pesantren. Ini adalah angin surga bagi pesantren,” tegas kiai kharismatik tersebut dengan nada optimis.

Hadirnya angin surga ini diyakini KH Luqman akan membawa dampak sistemik yang positif, khususnya dalam memberikan kepastian legalitas, dukungan fasilitas, dan pengakuan setara bagi lembaga pendidikan khas nusantara seperti Ma’had Aly.

Di pengujung pesannya, KH Luqman menitipkan amanat pengabdian kepada para sarjana muda yang kelak akan terjun ke masyarakat maupun yang ditugaskan mengabdi di lingkungan pondok.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan meraih gelar akademik harus diiringi dengan kesiapan mentransfer ilmu tersebut.

“Bagi yang ditugaskan pondok untuk mengajar, mengajar itu sudah nilai (pengabdian),” pesan KH Luqman memotivasi.

Tidak hanya bergelar Sarjana Fiqh wa Ushuluhu (S.F.U), para mahasantri juga meraih sanad keilmuan dari masyayikh hingga Rasulullah SAW.

Orasi ilmiah H. M. Syakirin Al-Ghozali, Lc., M.A., Ph.D turut melengkapi kekhasan wisuda tersebut.

Puncak acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar ilmu keagamaan yang telah ditempa selama bertahun-tahun di Ma’had Aly At-Tarmasi dapat menjadi rujukan yang mencerahkan dan membawa kemaslahatan bagi umat Islam di Indonesia. (*)

Editor: Yusuf Arifai

Leave a Comment