Syaikh Syadi mengungkapkan mentahqiq bukanlah ilmu yang bersifat dharuri melainkan amaliyah atau praktek, dengan demikian dapat dilakukan oleh semua orang.
Syaikh Syadi mengungkapkan mentahqiq bukanlah ilmu yang bersifat dharuri melainkan amaliyah atau praktek, dengan demikian dapat dilakukan oleh semua orang.
Sebagai pentahqiq yang sangat masyhur, dia menceritakan bagaimana saat pertama kali mentahqiq Kitab Khasyiyah Attarmasi. Selain merasa kesulitan, sumber referensi yang dipakai oleh sang pengarang lebih dari 1.000 kitab.
“Di sini juga ada Goa Dawung yang memiliki Sendang Pitu. Zaman dahulu digunakan oleh para bidadari untuk mandi,” jelasnya.
KH KRT Luqman berpesan kepada para Mahasantri peserta KKM, dalam menjalani KKM selama 20 hari di bulan ramadhan berikan hasil yang positif dan marem kepada masyarakat
Kamilah menilai, setiap orang yang suka dengan ziarah kepada para Masyayikh akan berbeda dengan yang lain
“Setelah ini, kalian harus lebih totalitas. Yang paling penting adalah menjaga amanah yang telah diberikan,” katanya usai memberikan sambutan mewakili Mudir MAT Pacitan, KH Luqman Harits.