Bedah Buku Fiqih Politik, Mahasantri Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan Tembus Final Kemenag BiblioBattle 2026

MAHADALY-ATTARMASI.AC.ID, PACITAN – Mahasantri Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan, Samsul Rozikin, sukses menembus babak final Kemenag BiblioBattle 2026 Kategori Mahasiswa usai membedah buku Fiqih Politik.

Capaian sosok yang akrab disapa Ziqyn ini mengharumkan nama tradisi literasi pesantren di ajang nasional yang diselenggarakan Perpustakaan Kementerian Agama RI tersebut.

Dalam babak final, Ziqyn bersanding dengan delegasi dari UIN Raden Mas Said Surakarta, IAI Badrus Sholeh, hingga STIT Ibnu Sina Malang.

Pada kompetisi ini, Ziqyn memilih membedah buku bertajuk “Fiqih Politik: Gagasan, Harapan, dan Kenyataan” karya Dr. Ridwan, S.H., M.Hum.

Buku tersebut diangkat karena membahas hubungan yang kompleks antara agama, politik, kekuasaan, dan kehidupan bernegara di Indonesia.

Dalam presentasinya, ia menekankan bahwa politik Islam tidak dapat dipahami secara hitam-putih, melainkan dialog antara idealitas ajaran dan realitas sosial.

“Ukuran keberhasilan politik Islam bukanlah seberapa banyak simbol keagamaan dipasang dalam ruang publik, tetapi seberapa jauh nilai-nilai Islam hidup dalam tata kelola pemerintahan,” kata Ziqyn.

Gunakan Pendekatan Maqashidi-Ijtihadi

Ziqyn juga menunjukkan ketajaman analisis akademisnya saat menjawab pertanyaan kompleks audiens mengenai hubungan fikih siyasah klasik dan sistem politik modern.

Ia meyakinkan bahwa yang bersifat tetap dalam Islam adalah nilai dan tujuan dasarnya, seperti keadilan, amanah, dan kemaslahatan publik.

Guna menjembatani hal tersebut, ia menggunakan pendekatan maqashidi-ijtihadi yang mengintegrasikan teks syariat, tujuan syariat, realitas sosial, dan siyasah syar’iyyah.
“Islam tidak memosisikan diri sebagai pesaing negara, melainkan sebagai sumber nilai yang membimbing negara,” ujarnya di hadapan juri dan audiens.

Ia menambahkan bahwa Islam memastikan kekuasaan dijalankan secara amanah, hukum ditegakkan adil, serta rakyat memperoleh kemaslahatan.

Buktikan Budaya Literasi Pesantren

Kelulusan Ziqyn hingga ke partai puncak menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan.

Prestasi ini membuktikan bahwa mahasantri berbasis pesantren mampu bersaing ketat dalam forum akademik nasional.

Selain itu, capaian tersebut menegaskan bahwa tradisi membaca dan berpikir kritis di lingkungan pesantren tetap hidup di tengah tantangan era digital.

Melalui ajang ini, Ziqyn berharap generasi muda dan kalangan santri terus memperluas wawasan serta berani menyampaikan gagasan konstruktif demi kemajuan bangsa. (*)

Editor: Yusuf Arifai

Leave a Comment