Ditbinmas Polda Jatim Ajak Santri Tremas Pacitan Jadi Benteng Radikalisme
MAHADALY-ATTARMASI.AC.ID, PACITAN – Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Jawa Timur melakukan pembinaan pencegahan radikalisme bagi santri Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan berlangsung di Auditorium Ma’had Aly At-Tarmasi. Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Jatim, AKBP Sutiono, dalam materinya membeberkan ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme hingga terorisme (IRET) kian nyata.
Perkembangan media sosial dinilai mempercepat penyebaran paham tersebut melalui pola filter bubble dan echo chamber.
“Santri memiliki peran strategis sebagai duta perdamaian. Kami mendorong adik-adik santri untuk aktif menyebarkan narasi moderat dan ideologi kebangsaan, baik secara tatap muka maupun melalui platform digital,” ujar AKBP Sutiono.
Ia juga memaparkan pola perekrutan kelompok radikal yang semakin variatif, mulai dari relasi keluarga, pertemanan, hingga media sosial.
Selain itu, diperkenalkan metode SARA (Scanning, Analisis, Response, Assessment) sebagai pendekatan pemecahan masalah kamtibmas di tingkat akar rumput.
Melalui langkah preemtif ini, Polda Jatim mendorong pesantren memiliki daya tangkal terhadap penyebaran paham radikal. Santri diharapkan mampu melakukan deteksi dini dan berkoordinasi dengan Tiga Pilar yang meliputi kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas jika menemukan indikasi mencurigakan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta PP Nomor 77 Tahun 2019 terkait pencegahan tindak pidana terorisme melalui kesiapsiagaan nasional dan kontra radikalisasi. (*)
Penulis: Samsul Rozikin
Editor : Yusuf Arifai
