Kongres ke-9, Atilal-Zamiyul Nahkodai BEM Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan secara Aklamasi
MAHADALY-ATTARMASI.AC.ID, PACITAN – Dinamika kontestasi kepemimpinan mahasantri Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan berujung pada keputusan aklamasi. Pasangan calon nomor urut 01, Atilal Syarrofurrohman dan Muhammad Zamiyul Kirom, resmi ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasantri (BEM) periode 2026/2027.
Kemenangan mutlak ini disahkan dalam sidang yang digelar pada Sabtu (10/10/2026) malam, menyusul gugurnya pasangan calon nomor urut 02. Rival politik mereka tersebut dinilai gagal memenuhi persyaratan konstitusi organisasi yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), sehingga paslon 01 otomatis melenggang ke kursi kepemimpinan.
Menyadari terpilihnya ia melalui proses yang memantik perbincangan, Atilal Syarrofurrohman langsung mengambil sikap untuk menenangkan dinamika di kalangan mahasiswa. Di hadapan peserta sidang, ia menegaskan bahwa jabatan ini bukanlah sekadar rutinitas pergantian tampuk kekuasaan, melainkan amanah besar untuk menjaga kemudi perjuangan mahasiswa santri.
“Ini bukanlah proses transisi yang biasa, dan saya menyadari sepenuhnya bahwa situasi ini memunculkan banyak tanda tanya di benak kawan-kawan semua. Namun, saya berdiri di sini hari ini untuk memastikan satu hal: perjuangan kita tidak akan berhenti, dan kapal ini tidak akan kehilangan arah,” tegas Atilal.
Sebagai nakhoda baru, Atilal memproyeksikan BEM Ma’had Aly At-Tarmasi sebagai ruang pergerakan yang inklusif dan responsif. Ia berkomitmen membawa organisasi untuk cakap menjawab tantangan zaman, tanpa sedikit pun mencabut akar nilai-nilai keilmuan dan kepesantrenan yang menjadi nyawa almamaternya.
Senada dengan sang Presiden, Wakil Presiden BEM terpilih, Muhammad Zamiyul Kirom, menyerukan kolaborasi seluruh elemen mahasiswa untuk merawat ekosistem akademik dan organisasi yang kritis namun tetap beradab.
“Mari kita wujudkan ruang dialektika yang sehat, advokasi yang tajam, dan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat,” ajaknya.
Selain menetapkan pucuk pimpinan eksekutif, agenda demokrasi pada hari itu juga sukses menyelenggarakan pemilihan jajaran legislatif, yakni Dewan Perwakilan Mahasantri (DPM). Proses regenerasi ini dilaporkan berjalan kondusif, aman, dengan tingkat partisipasi aktif dari para mahasiswa.
Kini, civitas akademika Ma’had Aly At-Tarmasi menanti pembuktian dari pimpinan baru. Sinergi yang solid antara lembaga eksekutif (BEM) dan legislatif (DPM) diharapkan mampu melahirkan gerakan progresif yang menyerap aspirasi mahasantri dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. (*)
Penulis : Nabilah Khoirunnisa | Editor: Yusuf Arifai
