Mudir Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan Dorong Transformasi dan Kemandirian Ekonomi Pesantren

MAHADALY-ATTARMASI.AC.ID, PACITAN – Lembaga pendidikan pesantren di Kabupaten Pacitan didorong untuk melakukan transformasi tata kelola kelembagaan guna merespons pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Kendati demikian, modernisasi tersebut wajib dijalankan tanpa mengikis karakter dan marwah keilmuan pesantren.

Pesan tersebut disampaikan Mudir Ma’had Aly At-Tarmasi sekaligus Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Pacitan, KH Luqman Al-Hakim Harits Dimyathi saat mengisi materi Rapat Koordinasi Penguatan Data Kelembagaan pada Pondok Pesantren, MDT, dan LPQ di Aula Kantor Kementerian Agama setempat, Kamis (30/7/2026).

KH Luqman menegaskan bahwa adaptasi terhadap fenomena zaman merupakan prasyarat mutlak bagi keberlangsungan institusi keagamaan.

“Transformasi pesantren adalah keharusan, dan dunia saat ini berbeda dengan saat kita belajar dulu di pesantren,” ujarnya di hadapan para pengasuh pesantren se-Kabupaten Pacitan.

“Kita perlu sungguh-sungguh menjaga diri, anak, istri, dan santri-santri kita dari ujian yang dapat merusak marwah pesantren,” tegasnya.

Inovasi Wakaf Produktif

Sebagai bentuk konkret transformasi, unit keagamaan mendorong modernisasi tata kelola keuangan melalui penguatan kemandirian ekonomi pesantren, salah satunya melalui optimalisasi konsep wakaf produktif.

Di sisi lain, KH Luqman menggarisbawahi pentingnya perubahan pendekatan pola pengajaran antara generasi pendidik dan para santri di era digital.

“Generasi emas itu ya santri-santri kita saat ini. Kita ini perlu sadar diri sebagai generasi fresh care, dan mereka adalah generasi skincare,” ucapnya.

Analogi tersebut merujuk pada pergeseran karakteristik generasi santri masa kini yang membutuhkan metode pengasuhan dan komunikasi yang adaptif terhadap dinamika sosial-teknologi.

Pembenahan Data dan Penanaman Akhlak

Kegiatan yang dibuka resmi oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, Bambang Hadi Suprapto, ini bertujuan untuk mengonsolidasikan basis data kelembagaan seluruh pesantren, Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), dan Lembaga Pendidikan Qur’an (LPQ) di Pacitan.

Dalam kesempatan yang sama, KH Luqman menyampaikan materi bertajuk Penguatan Nilai Akhlakul Karimah melalui Pendidikan Transformatif di Pondok Pesantren, MDT, dan LPQ.

Ia menekankan bahwa transformasi kelembagaan harus berbanding lurus dengan penguatan fondasi moral.

“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek keilmuan, tetapi juga pembentukan akhlak sebagai fondasi utama generasi santri di tengah arus transformasi zaman,” pungkasnya.

Selain pembenahan tata kelola dan kurikulum, rakor tersebut juga mendorong kemandirian finansial pesantren melalui inovasi tata kelola ekonomi berbasis wakaf produktif. (*)

Penulis : Zanuar Mubin | Editor : Yusuf Arifai

Leave a Comment