Pengasuh PIP Tremas KH Luqman Harits Dimyathi Tegaskan Pujian Manusia Tak Akan Mampu Jangkau Keagungan Rasulullah

Pengasuh PIP Tremas Pacitan KH Luqman Harits Dimyathi tegaskan pujian manusia tak mampu jangkau keagungan Nabi Muhammad SAW saat Dziba’ Akbar Maulid Nabi.

MAHADALY-ATTARMASI.AC.ID, PACITAN – Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan KH Luqman Al-Hakim Harits Dimyathi menegaskan pujian manusia tak akan pernah mampu menjangkau kesempurnaan dan keagungan Rasulullah SAW.

Pesan mendalam tersebut disampaikan Kiai Luqman saat memberikan dawuh dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW melalui majelis Dziba’ Akbar di Kompleks Pondok Tremas, Pacitan, Senin (24/8/2026) malam.

Di hadapan ribuan santri dan warga, Kiai Luqman menyebut bahwa secara fikih hukum memuji Nabi Muhammad SAW memang sebatas sunah (mustahab). Namun, besarnya rasa cinta sudah sepatutnya mendorong umat untuk mewajibkan diri memuji Baginda Nabi.

“Secara fikih hukumnya mustahab, tetapi kita mewajibkan diri kita sendiri untuk memuja dan memuji Baginda Nabi,” tegas KH Luqman Al-Hakim Harits Dimyathi dalam majelis yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H tersebut.

Kiai Luqman menjelaskan, karya agung seperti Kitab Maulid Al-Barzanji sekalipun tetap memiliki keterbatasan ketika berhadapan dengan kemuliaan insan kamil. Keterbatasan perangkaian kata oleh manusia bukan lantaran minimnya rasa cinta, melainkan karena pribadi Nabi Muhammad SAW memang terlalu agung untuk digambarkan dengan bahasa.

“Pujian kita tidak akan pernah sempurna sebagaimana sempurnanya Rasulullah SAW,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Kiai Luqman turut membagikan pengalaman pribadinya saat menunaikan ibadah haji pada 2026, yang makin memperteguh keimanannya atas garansi syafaat Nabi. Ia mengingatkan kembali sabda Rasulullah SAW: “Syafā‘atī li ahlil-kabā’ir min ummatī” (Syafaatku bagi para pelaku dosa besar dari umatku).

Bagi Kiai Luqman, hadis tersebut memancarkan betapa cantrik dan luasnya kasih sayang Nabi kepada umatnya. Oleh sebab itu, keyakinan terhadap syafaat kelak di hari kiamat menjadi hal mendasar yang wajib ditancapkan dalam-dalam oleh setiap Muslim.

Rangkaian Dziba’ Akbar yang diawali lantunan ayat suci Al-Qur’an dan selawat oleh Ustaz Zanuar Mubin ini juga diisi pembacaan tawasul oleh KH Fuad Habib Dimyati. Suasana majelis memuncak khusyuk saat ribuan jamaah berdiri melantunkan Mahalul Qiyam.

Agenda tahunan Pondok Tremas ini dihadiri jajaran masyayikh, para santri, mahasantri Ma’had Aly Al-Tarmasi, hingga perangkat desa dan tokoh masyarakat Pacitan. (*)

Penulis: Amalia Nur Eka Putri | Editor: Yusuf Arifai

Leave a Comment